Skripsi
PENTINGNYA HIDUP RELIGIUS ORANG TUA KATOLIK DALAM MEMBINA IMAN ANAK
XMLAsal mula terbentuknya pribadi setiap manusia adalah dari dalam keluarga. Dengan kata lain keluarga juga merupakan persekutuan pribadi-pribadi yang kehidupannya selalu bersumber pada cinta kasih. Hidup dalam cinta kasih adalah kenyataan hidup yang diharapkan dan didambakan oleh setiap keluarga dan setiap orang. Dengan demikian Keluarga adalah tempat pendidikan iman anak yang pertama dan utama. Tanpa pendidikan, iman anak tidak dapat berkembang dan untuk dapat berkembang dengan baik, maka anak memerlukan lahan yang subur, sehingga benih iman yang telah ditaburkan oleh Allah sendiri dalam diri anak berkembang dan berbuah. Keluarga menjadi lahan subur apabila orang tua dapat menciptakan keluarganya menjadi satu komunitas antarpribadi yang menyenangkan semua anggota keluarganya, yang ditandai dengan semangat saling mencintai dengan penuh kesetiaan, saling berkomunikasi, atau berdialog secara terbuka dan jujur, saling menerima apa adanya, saling memperhatikan, dan saling memaafkan jika di antara mereka ada yang bersalah, saling menolong, saling berkorban, dan saling mendoakan. Selain itu juga keluarga merupakan lingkungan pembinaan yang pertama dan paling mendasar dalam kehidupan masyarakat terlebih-lebih dalam kehidupan iman anak.
Pada kenyataannya, sering kita temui masih banyak orang tua lebih mengutamakan kesibukan atau pekerjaannya sebagai tulang punggung keluarga, sehingga tidak memiliki waktu untuk menerapkan hidup religiusnya kepada anak-anak di keluarga. Akibat dari kesibukan itu anak-anak tidak mendapatkan perhatian yang utuh dari orang tua dengan kata lain kebutuhan rohani anak terabaikan.
Berdasarkan masalah di atas, penulis mencoba mencari solusi melalui keteladanan hidup religius orang tua sebagai pelaku pendidik iman anak dalam keluarga. Orang tua berperan sebagai pengajar dan pendidik di dalam rumah. Mereka mempunyai peran yang utama dalam membangun dan membentuk karakter dan konsep iman dalam diri anak. Orang tua melakukan perannya dengan baik sebagai aktor yang membentuk konsep diri anak. Oleh karena itu orang tua telah menyalurkan kehidupan kepada anak-anak mereka. Mereka terikat kewajiban amat berat untuk mendidik dan membina. Dengan demikian, orang tua harus memiliki strategi dalam membina iman anak mereka seperti komunikasi, solidaritas, kewibawaan, saling koreksi, dan jiwa pengorbanan. Dalam hal ini, tugas dan tanggung jawab orang tua bila diabaikan sangat sukar pula dapat diganti karena kewajiban orang tua menciptakan lingkungan keluarga yang diliputi semangat bakti kepada Allah dan kasih sayang terhadap sesama.
Detail Information
| Item Type |
Master's Thesis
|
|---|---|
| Penulis |
Muliani Gowasa - Personal Name
|
| Student ID |
017004085
|
| Dosen Pembimbing |
Mawarni Gea, M.Ag - - Dosen Pembimbing 1
|
| Penguji |
Mawarni Gea, M.Ag - - Ketua Penguji
Antonius P Sipahutar, M.Hum - - Penguji 1 Bartolomeus Sihete, S.Ag., Lic.Miss - - Penguji 2 |
| Kode Prodi PDDIKTI |
273011
|
| Edisi |
Published
|
| Departement |
Program Studi Pendidikan dan Pengajaran Agama Katolik
|
| Kontributor | |
| Bahasa |
Indonesia
|
| Penerbit | Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala Gunungsitoli Keuskupan Sibolga : Gunung Sitoli., 2021 |
| Edisi |
Published
|
| Subyek | |
| No Panggil | |
| Copyright |
Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala Gunungsitoli Keuskupan Sibolga
|
| Doi |







